Saham, gampang ga sih?

Hi all..

Lama banget gak isi nih blog, sampe terlupakan.. moga aja masih ada yang baca dan mampir yaa.. Kali ini pengen share soal saham, investasi saham. Masih banyak di antara kita yang takut investasi saham dan nggak ngerti gimana dan harus mulai darimana untuk investasi saham.

Saham itu ada dimana-mana di sekitar kita loh padahal. Mulai dari bangun pagi sampe tidur pun kita selalu ketemu saham. Bangun pagi mau pup, ga sadar kalo kloset merk T**O itu saham, mandi pake sabun dan shampoo ternyata produk saham U**R, sarapan ROTI ato indomie itu juga produk saham, naik mobil ternyata kluaran saham AS**, masuk tol pengelolanya saham J*M*, dan seterusnya.. Ternyata sehari-hari kita konsumsi produk saham!

Investasi di saham berarti kita ga cuma jadi consumtive buyer dari company-company itu, tapi juga menjadi pemilik aset company tersebut. Ketika nilai company meningkat, nilai saham yang kita miliki di company tersebut juga ikut meningkat. Daripada cuma beli barangnya doank, beli aja skalian perusahaannya. Jadi skalian ajakin temen-temen lain belanja produk perusahaan yang kita punya saham nya, biar makin banyak untung perusahaan, makin tinggi nilai saham kita kan, hihihihi… Belum lagi kalo ada pembagian deviden atau pembagian laba kepada pemegang saham (sesuai porsi kepemilikan).

Masalahnya, berita-berita di luar sana, lebih banyak tentang orang yang merugi, yang hilang uang nya karena “main saham”. Well, apapun instrumen investasi nya, kalo nggak ngerti, nggak belajar, dan cuma ikut-ikutan doank, percaya bulet-bulet “kata orang”, ya gitu deh jadinya. Trus kemudian nyalahin instrumen investasinya. Padahal dianya nggak mau belajar, investasi diri sendiri juga perlu loh.

Sekarang, buka akun saham di sekuritas udah gampang banget kok. Dengan 100 ribu aja (yup, ga salah, seratus ribu rupiah) udah bisa loh punya akun saham. Nanti setelah daftar, akan dibukain rekening atas nama kita pribadi yang namanya Rekening Dana Investor (RDI, atau RDN – Rekening Dana Nasabah). Bedanya sama rekening bank yang kita punya cuma gak ada buku tabungan dan kartu ATM nya aja. So, lebih aman kan, karena rekeningnya atas nama kita sendiri. Nah, setelah masukin duit ke rekening tsb, dari rekening itu, baru kita bisa belanja saham. Gampang kan?

Ah, tapi saya nggak ngerti harus beli saham apa, gimana? Beli saham perusahaan yang “dekat” dengan kamu. Maksudnya, yang kamu bener-bener ngerti seperti apa industri dan perusahaan tersebut. Contohnya, kalau saya kerja di industri keuangan, khususnya perbankan, dan saya pakai produk bank tertentu, saya mestinya tau donk kinerja, produk, manajemen, prospek ke depan, tentang perusahaan tersebut, dan bukan dari “kata orang”.

Anyway busway, admin di kantor saya aja punya akun saham loh. Portfolio dia oke lagi. Masa’ kalian kalah sih. hihihihi… Apalagi sekarang Bursa Efek Indonesia udah mencanangkan program #YukNabungSaham loh, makin gampang donk buat investasi ke saham.

Jadi tunggu apalagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s