Keuangan Setelah Menikah

Menikah berarti secara kita memulai suatu babak baru dalam kehidupan. Dalam pernikahan, semua harta menjadi harta bersama menurut hukum. Segala penghasilan dan pengeluaran adalah tanggung jawab bersama suami dan istri, begitu juga dengan aset dan hutang yang dimiliki. Tak jarang juga kita mendengar istilah prenuptuil agreement (biasa disingkat prenupt aja) ataupun perjanjian pra-nikah. Nah, salah satu isi prenupt juga bisa mengatur tentang keuangan setelah menikah. Tapi, sekarang kita bukan bahas soal prenupt ya, nanti dibahas di lain kesempatan.

Keuangan setelah menikah harus dipersiapkan dan menjadi perhatian oleh kedua calon pasangan suami-istri. Supaya nanti pada saat setelah menikah, hal ini tidak menjadi masalah di kemudian hari. Ada 3 skema umum mengenai keuangan setelah menikah. Yuk kita bahas yukk..

1. Akun bersama (Union)

Semua harta, aset dan hutang dikelola bersama dengan kepemilikan bersama. Suami dan istri membuat joint account dimana income dan expense dikeluarkan dari1 joint account. biasanya dipakai joint account or atau joint account and. Pada dasarnya setelah menikah, semua harta adalah harta bersama.

Pro: Semua pemasukan dan pengeluaran menjadi lebih mudah dikontrol oleh kedua belah pihak, dan memberikan rasa kebersamaan dalam tanggung jawab mengelola keuangan keluarga.

Con: Biasanya pasangan yang baru menikah mungkin belum terbiasa dan merasa pengeluaran yang dilakukan diawasi oleh pasangannya. Apalagi jika keduanya memiliki spending habit yang berbeda.

2. Akun Setengah Gabungan (Halfway Merge)

Setengah gabungan artinya setiap pasangan (suami/istri) tetap mempunyai akun bank terpisah dimana income/gaji yang diterima dan aset yang dimiliki dikelola terpisah, tetapi juga memiliki joint account dimana segala pengeluaran bersama dilakukan melalui joint account.

Pro: masing-masing punya kebebasan dalam mengatur keuangan pribadi tetapi juga belajar untuk mengelola bersama keuangan keluarga.

Con: mungkin akan sedikit ribet karena mempunyai akun join dan pribadi dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran keluarga. Selain itu, harus menentukan persentase kontribusi dari income masing-masing suami/istri untuk membayar expense & tagihan ke joint account.

 

3. Pisah Harta (Separate)

Nah ini dia yang biasanya artis-artis dan pebisnis buat di prenupt mereka. Pisah harta berarti harta, aset dan hutang adalah terpisah milik masing-masing suami/istri untuk dikelola sendiri.

Pro: suami/istri mempunya kebebasan dalam mengatur keuangannya sendiri sesuai keinginan, dan tidak perlu takut dengan spending habit pasangan. Jika suami/istri kecenderungan memiliki hutang (baik hutang bisnis/pribadi), maka pasangan tidak perlu khawatir bahwa aset yang dimilikinya ikut terseret.

Con: Setiap pengeluaran dan tagihan menjadi agak tricky, karena harus selalu dikomunikasikan, dan bisa menjadi masalah jika komunikasi tidak berjalan lancar. Selain itu, jika salah satu terjadi sesuatu, maka akan sulit untuk mengakses dana/aset yang dimiliki oleh pasangannya dengan segera.

Nah, kira-kira udah kebayang belum nanti kalau sudah menikah mau mengatur keuangannya seperti apa? Tergantung dari keinginan dan kebutuhan pasangan pada saat nanti menikah. Yang pasti, hal ini harus dikomunikasikan dengan baik sebelum menikah agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Karena menikah bukan hanya menyatukan dua hati tetapi juga menyatukan dua insan, dua keluarga, dan harta menjadi satu dalam ikatan pernikahan. Waduh, kok jadi puitis romantis begini yah..

Okeh, semoga bahasan kita kali ini berguna buat para jomblo2 dan pasangan2 yang bermimpi untuk menikah suatu saat nanti, hihihi… Keep investing and see ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s