Perlukah Asuransi Jiwa?

Selamat pagi semua,

Apa kabarnya? Semoga selalu sehat wal’afiat. Beberapa waktu lalu, saya dapat kabar kalau ada kerabat yang meninggal dunia, innalillahi.. Meninggalkan anak dan istri, salah satu anaknya masih kuliah tingkat 2. Pernah tidak terbayang kalau di posisi tersebut. Punya anak istri yang masih butuh biaya kemudian kita sebagai pemberi nafkah, meninggal dunia (umur siapa yang tau yaa..). Kebayang donk, gimana nanti si anak melanjutkan sekolahnya kalau gak ada lagi yang biayain. Yaa, syukur alhamdulillah kalau memang berkecukupan, kalau istri tidak bekerja dan harta yang ditinggalkan juga gak cukup, gimana?

Nah, disitulah pentingnya memiliki asuransi jiwa. Karena asuransi jiwa merupakan pengganti nafkah yang hilang ketika kita atau pasangan kita yang menjadi pemberi nafkah tetap, meninggal dunia. Jadi, intinya, semua pemberi nafkah dan mempunyai tanggungan, wajib punya asuransi jiwa untuk melindungi orang-orang terkasih kita.

Terus, bagaimana menentukan berapa besar coverage atau uang pertanggungan yang cukup untuk anak-istri/suami yang ditinggalkan tetap tercukupi? Cara paling gampangnya adalah, berapa besar pengeluaran yang dibutuhkan oleh keluarga setiap bulannya, kemudian berapa lama ingin di-cover. Maksudnya berapa lama disini adalah waktu yang dibutuhkan hingga usia si anak dewasa dan bisa menghidupi dirinya sendiri. Misalnya, setiap bulan pengeluaran sebesar 5jt. anak berusia 5 tahun, sampai usia anak dewasa, kira2 umur 25, brarti 20 tahun coverage dengan UP 5jt x 12 bulan x 20 tahun atau sebesar 1,2 milyar.

Nah, nangkep nggak nih maksudnya? Artinya coverage asuransi jiwa yang kita perlukan sebenarnya tidak lebih dari 25 tahun jika anak masih bayi. Right? Itu lah sebabnya, sebaiknya menggunakan asuransi jiwa term life (tradisional) dengan coverage 15-20 tahun (sesuai kebutuhan). Dan jangan lupa, uang pertanggungannya pun harus cukup.

Kalau masih single, belum menikah, perlukah asuransi jiwa? Nah, tergantung. Jika kamu single tapi mempunyai tanggungan, misalnya; harus membiayai adik yang masih sekolah atau orangtua. Berarti kamu butuh asuransi jiwa untuk melindungi orang-orang terkasih kamu. Kalau sudah menikah, dan punya anak, tentunya kewajiban kita melindungi mereka dari resiko tersebut.

Ada beberapa macam asuransi jiwa yang beredar di Indonesia. Berbeda-beda pula produknya, dan tidak semua cocok dengan kebutuhan kita. Karena itu, pelajari produk asuransi dan klausul polis asuransinya, dari pembayaran premi hingga cara klaim, dan jangan disimpan di tempat yang susah diakses. Agen asuransi akan membantu kamu, akan tetapi pilih lah agen yang kompeten dan mengerti kebutuhan kamu sebagai klien.

So, lindungi orang-orang terkasih kita mulai dari sekarang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s