Manajemen Cashflow

Hello…

kali ini, saya mau sharing tentang manajemen cash flow atau arus kas. Apakah itu?? jreng jreng!! Cash flow atau arus kas adalah alur masuk dan keluar uang kita, makanya komponen nya ada yang namanya cash in (kas masuk) dan cash out (kas keluar). Cash in bisa dari penghasilan bulanan, penghasilan usaha, penghasilan investasi, dan lain-lain. Cash out yaitu semua pengeluaran kita, dari makan, sewa tempat tinggal, beli baju, jajan, transport, dan lain lain.

Contoh sederhananya:

Contoh di atas, syukur alhamdulillah cash in (kas masuk) nya lebih gede dari cash out (kas keluar). Biasanya sih, kebanyakan orang mepet-mepet tuh, malah ada yang lebih besar pasak daripada tiang. Mari kita analisis, kenapa yah bisa gitu, terus gimana caranya biar ga besar pasak daripada tiang gitu..

Kebanyakan dari kita, jarang sekali tracking our expenses alias mencatat pengeluaran terus teriak2 “duit gw abis kemana sih??”. Nah, sekarang, mari belajar untuk mencatat pengeluaran dalam sebulan (dengan keadaan normal), banyak kok aplikasi di smartphone ataupun berbasis web/desktop yang memudahkan kita untuk ngelakuinnya.

Ceritanya udah mencatat nih yaa selama sebulan, kemudian dianalisis pengeluaran terbanyak dimana? Berdasarkan pengalaman sih, buat para pekerja kantoran terutama yang single, pengeluaran terbesar ada pada makan, parkir, entertainment (nonton bioskop, hangout di kafe, dll). Selain itu, ada juga pengeluaran-pengeluaran sepele yang tidak terasa tapi kalo dijumlahkan ternyata menguras kantong, biasanya dinamakan dengan bocor halus.

Nah, setelah manggut-manggu “oo, duit gw ilang kesitu toh..”, sekarang waktunya bebenah. Mengatur cash flow kita, dengan cara?

  • Budgeting, buat budget pengeluaran bulanan kamu dan disiplin dalam mengeluarkan uang. Kenali pengeluaran primer (pengeluaran rutin: sewa tempat tinggal, asuransi, tagihan listrik, air), sekunder (investasi, bengkel, transport), tersier (entertainment).
  • Pisahkan rekening tabungan/investasi dan rekening pengeluaran, agar ga terjadi lagi hal2 seperti “ah, duit gw masih banyak nih” padahal itu duit tabungan.
  • Ubah alur kas yang tadinya pendapatan -> pengeluaran -> tabungan/investasi menjadi pendapatan -> zakat -> tabungan/investasi -> pengeluaran. Yup, jangan lupa zakat juga donk, biar rejekinya lancar.. Dahulukan investasi baru terakhir pengeluaran.
  • DISIPLIN, yak, yang terakhir yaitu disiplin dalam menjalankan 3 hal di atas.

Oke.. segitu dulu yah.. moga aja ga ada lagi yang teriak-teriak “duit gw abis kemana sih??” hehehe… nanti kita lanjut lagi dengan postingan yang lain. See you guys!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s