Mimpi Beli Rumah?

Haii haii..

Kemarin udah mengenal sedikit tentang investasi properti. Tapiii, punya rumah tinggal aja belom, mau mikir investasi properti, hihihi.. Baiklah, kalo begitu sekarang ayok kita bahas tentang gimana membeli rumah tinggal dan apa saja persiapannya..

Konsep residensial di pusat kota lebih mengarah ke hunian vertikal atau rumah susun, tapi di Indonesia, kebanyakan orang massih beranggapan “belom punya rumah kalo bukan rumah beneran (landed house)“. Harga tanah di pusat kota Jakarta semakin mahal, mau nggak mau, untuk bisa membeli rumah yang terjangkau, harus beli ke daerah pinggiran, dan ongkos ke pusat kota pun menjadi agak mahal. Ok, bukan itu pokok bahasan sekarang yah, itu nanti kita bahas, yang paling penting, bagaimana agar mimpi beli rumah itu dapat terwujud! Benar? Mari kita kupas (buah kali ah, dikupas..).

Yang pertama yang harus diperhatikan adalah lokasi. Yes, LOKASI. Kira-kira dimana nanti kamu pengen tinggal. Aspek ini meliputi aksesibilitas ke tempat bekerja, lingkungan sekitar, dan lain-lain. Itu sesuaikan aja sama selera masing-masing yah. Nah, dari lokasi ini, kita dapat menemukan harga rata-rata rumah dan tanah di daerah tersebut. Misalnya: perumahan di Depok menjual rumah tipe 45/70 (luas bangunan 45m2, tanah 70m2) seharga 300jt.

Kedua, apakah rumah tersebut merupakan rumah baru atau rumah second. Rumah second didapat dari orang yang ingin menjual rumahnya karena satu dan lain hal, akan tetapi biasanya mereka menginginkan uang tunai (cash) untuk membelinya. Rumah baru, biasanya merupakan perumahan yang baru/sedang dibangun, menawarkan berbagai macam kemudahan pembayaran untuk menarik pembeli.

Sekarang kita masuk ke duit nih.. Untuk membeli rumah, disarankan menggunakan fasilitas KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah yang ditawarkan Bank. Saat ini (2012), suku bunga KPR rata-rata di bawah 9% per tahun. Bahkan ada yang memberikan bunga 7.5% fixed hingga 20 tahun untuk rumah sederhana (harga di bawah 95jt). Dan jangan takut untuk mengambil jangka waktu KPR yang paling panjang (15 tahun atau 20 tahun).

Kenapa demikian? Pengaruhnya apa? Nah, dengan jangka waktu yang panjang dan bunga yang rendah, cicilan rumah menjadi lebih kecil, dapat kita tanggung dan tidak memberatkan. Selain harga rumah akan meningkat seiring waktu, dalam bbrp tahun ke depan diasumsikan penghasilan kita juga meningkat donk (yaiyalaahh, masa segitu teruss..), jadi rasio utang KPR nya menjadi kecil. Maksudnya? Gini, kalo sekarang penghasilan kita 6juta/bulan, cicilan KPR 2jt/bln, rasio cicilan utang 1:3. Nah, misal 5 tahun lagi penghasilan kita sudah jadi 10juta/bulan, cicilan kita tetap 2jt/bln, rasio nya jadi 1:5. Keuntungan KPR lainnya adalah mempunyai asuransi jiwa dan kebakaran. Asuransi jiwa nya terpakai jika pembayar KPR meninggal, maka asuransi yang membayar sisa cicilan rumah tersebut hingga lunas.

Yang jadi masalah sekarang apa? Duit buat DP nyaaa kakaaa… Betul!! Duit buat DP nya yang sering jadi masalah. Biasanya DP untuk KPR sekitar 20%, untuk rumah sederhana bahkan bisa 10% (program pemerintah biar kita semua bisa punya rumah). Nah, untuk perumahan baru yang baru/sedang dibangun, kemudahan pembayaran bisa menjadi daya tarik. Para pengembang biasanya menawarkan booking fee 1-5jt sebagai tanda jadi, kemudian DP 20% dapat diangsur 3x (3 bulan) sebelum dilanjutkan dengan KPR. Hal ini sangat menarik, karena sangat memudahkan. Misal: untuk rumah sederhana tipe 36/60 dengan harga 150juta; booking fee 5jt; DP 20% sekitar 30 juta (dikurang booking fee 5jt, jadi 25jt) dapat diangsur 3x (8,3 jt/bln); sisanya dibayar KPR 15 tahun dg bunga 7.5% cicilan mungkin sekitar 800rb/bln. Gimana caranya ngumpulin duit buat DP? Yaa, nabung donk, hehehe.. Masa’ cara nabung jg harus diajarin? Hehehe..

Nah, itu kira-kira insight kalo mau membeli rumah. Pemerintah sekarang banyak memberikan insentif agar kita bisa punya rumah kok, paling nggak, punya rumah dulu walopun kecil. Mau beli rumah yang lebih gede, mulailah menabung dari sekarang, hehehe.. Mimpi beli rumah? Bukan hanya mimpi kok, bisa diwujudkan!!

2 thoughts on “Mimpi Beli Rumah?

    • kalo udah semahal itu, buat beli rumah (landed house) yg terjangkau, susah. mgk hunian vertikal msh bisa terjangkau dibanding rumah di daerah situ. ato coba cari daerah alternatif yg ga semahal itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s