Get Married!

Helloooo,

ketemu lagi ama saya, kali ini judul tulisannya “Get Married!”, ini bukan promo judul film, tapi kali ini, saya mau berbagi soal menikah. Kali ini tulisan saya, mau saya dedikasikan buat teman kuliah saya yang mau nikah, mbak Tari n Yuti (ama pasangan masing2 tentunya yah). Dapat inspirasi buat nulis tentang ini juga karena mereka. Hehehe…

Menikah merupakan impian banyak orang. Menikah merupakan penyatuan dua individu menjadi satu kesatuan dalam satu “institusi” yang disebut perkawinan (marriage). Di dalamnya juga selain merupakan penyatuan dua keluarga besar, juga merupakan penyatuan dua harta (aset dan kewajiban) pribadi dan tanggung jawab atasnya. Sebelum menikah, banyak hal yang harus dipersiapkan, selain persiapan mental dan kesehatan (yak, betul, calon pengantin harus cek kesehatan yah!), juga persiapan secara finansial.

Kemarin2 saya sempat datang ke pameran wedding, dan ngliat paket2 pernikahan, dan tetek bengeknya yang ditawarkan. Dari hasil main2 ke pameran wedding tersebut, saya menyimpulkan beberapa hal yang harus disiapkan (kalo kurang, tambahin yah, hehehe…), antara lain:

  • Biaya pesta pernikahan; rata-rata paket pernikahan yang ditawarkan sekitar 50juta rupiah, bervariasi tergantung jumlah tamu dan makanan serta tempat dan dekorasi.
  • Biaya bulan madu; ini optional sih, tapi menikah kan ga lengkap donk tanpa bulan madu, biar cepet menghasilkan, ihiiyy, hahaha… biaya ini bervariasi tergantung tujuan tempat bulan madu.
  • Mahar atau mas kawin; yang ini juga bervariasi dan tergantung kemampuan, akan tetapi mahar itu WAJIB ada hukumnya. Mas kawin ini akan menjadi harta istri yang merupakan hak dan tanggung jawab istri.
  • Biaya lain-lain, misalnya biaya untuk gaun pengantin, tata rias pengantin, akomodasi keluarga yang datang dari jauh, dan lain-lain; biaya ini juga patut diperhatikan, karena biasanya dalam kegembiraan, uang mengalir keluar dengan gampangnya, hahaha.. untuk itu diperbolehkan menggunakan Dana Darurat buat nalanginnya.

Sumber-sumber untuk mendapatkan biaya nya, bisa dari menabung, dari orang tua, atau patungan bersama (bisa dari kedua calon pengantin, kedua keluarga calon pengantin, atau dari calon pengantin dan keluarga). Nah, karena kadang-kadang menikah itu ga bisa ditunda (udah pacaran lama, trus ditunda2 terus, bisa kabur ntar tuh), tabungan untuk menikah ini bisa jadi prioritas utama dalam berinvestasi, agar tercapai. Gimana caranya, baca dulu tulisan tentang Basic Investasi sebelumnya.

Di atas, tadi katanya pernikahan juga merupakan penyatuan dua harta. Yes, betul sekali, begitu menikah, harta benda yang diperoleh selama pernikahan merupakan harta bersama atau istilah acara gosip: harta gono-gini. Hal ini diatur dalam UU No.1 Thn 1974 ttg Perkawinan. Terus, katanya kalo pake perjanjian pranikah bisa pisah harta, gimana tuh?

Oke, perjanjian pra nikah atau bahasa kerennya prenuptual agreement, merupakan perjanjian yang dibuat sebelum menikah antara kedua belah pihak yang akan menikah (kalo udah nikah, ga bisa yah). Isinya bisa macem2, misalnya janji-janji manis suami, bisaaa, kalo ga ditepatin, konsekuensi dah, hahahaha.. Biasanya isinya mengatur:

  1. pemisahan harta kekayaan; karena setelah menikah semuanya menjadi harta gono-gini, dengan adanya pemisahan harta, maka harta milik suami/istri dpt menjadi tanggung jawab pribadi.
  2. pemisahan hutang; dalam prenupt bis diatur pemisahan hutang dan kewajiban membayarnya, baik hutang sebelum menikah, selama menikah, setelah perceraian, dll.
  3. tanggung jawab terhadap anak; terutama mengenai biaya hidup anak dan perwalian jika mengalami perceraian.
  4. hal-hal lain yang disepakati kedua belah pihak, misalnya: jika suami/istri selingkuh atau melakukan KDRT, dan lain-lain.

Prenupt tidak selalu berarti buruk, pesimisme akan bercerai, tetapi dalam hal ini bisa menjadi perlindungan hukum bagi kedua pihak. Salah satu manfaat, misalnya: sang suami merupakan pengusaha yang mempunyai hutang, dalam prenupt dilakukan pemisahan harta dan hutang, jika sang suami bangkrut, maka kewajiban pelunasan hutang-hutang diambil dari harta suami dan tidak ada kewajiban diambil dari harta milik istri (maksudnya jd ga bener2 jatuh miskin gitu jadinya, krn istri msh punya duit utk keluarganya).

Segitu dulu kali yah bahasan tentang menikah, semoga bermanfaat. Buat yang mau nikah, selamat menempuh hidup baru yaa… Buat yang galau karena ditanya “kapan nikah?” mulu, errr…. jawab aja kayak iklan, “May….. Maybe yes, maybe no!” LOL LOL LOL…

5 thoughts on “Get Married!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s