Manajemen Hutang

Hello,

kali ini mau sharing soal hutang dan manajemen hutang sekilas. tadinya udah mau nulis, tapi belom sempet, apalagi dengan banyak berita orang kelilit utang di tv, makin pengen nulis. Ga mau juga saya kalo ada temen-temen yang kelilit utang, bahkan ampe bunuh diri. hiii, serem ah.

Ok, pertama saya mau jelasin dulu soal hutang. Sebelumnya, ga ada kan yang ga tau artinya berhutang? hahaha.. Ada dua jenis hutang, yaitu:

  • Hutang Produktif, yaitu hutang untuk meningkatkan produktivitas atau membeli barang yang nilainya meningkat. Contoh: Hutang KPR, hutang untuk membeli laptop untuk bekerja, dll.
  • Hutang Konsumtif, yaitu hutang untuk membeli barang yang nilainya cenderung turun dan mempunyai bunga yang tinggi, biasanya hanya untuk kesenangan semata. Contoh: hutang kartu kredit, dll.

Nah, setelah tau macam-macam jenis hutang, sekarang udah tau kan mana hutang yang mesti dihindari? Yup betul, hutang yang harus dihindari yaitu hutang konsumtif seperti kartu kredit. Gunakan kartu kredit hanya sebagai alat transaksi yang memudahkan, jangan gunakan sebagai alat untuk berhutang, apalagi menumpuk hutang. Baca juga tentang 5 mitos kartu kredit pada postingan sebelumnya.

Kalau gitu, apa semua hutang itu jelek? Nope, selama hutang tersebut merupakan hutang produktif, sah-sah saja untuk berhutang. Akan tetapi, harus diperhatikan juga komposisi cicilan hutang yang baik dan sehat (wah, kayak apa aja, baik dan sehat). Rasio total cicilan yang sehat adalah maksimal 30% dari penghasilan. Misalnya: kamu mempunyai penghasilan bulanan sebesar 10 juta rupiah, maka total cicilan hutang yang boleh dimiliki adalah tidak lebih dari 3 juta rupiah per bulan. Artinya, jika kamu mempunyai penghasilan 10 juta per bulan ingin memiliki KPR dan/atau KPM, maka total cicilan yang boleh kamu punya adalah maksimal 3 juta per bulan.

Iya, itu kan kalau belum berhutang, kalau udah terlilit hutang, gmana ini bayarnyaaa? Ok, first thing to do jika kamu terlilit hutang adalah BERHENTI BERHUTANG! hahaha, semua orang juga tau yah. but seriously, you have to do that. Usahakan untuk tidak membuka hutang baru dan melakukan “gali lubang tutup lubang” dalam membayar hutang2. Gunakan aset (tabungan, dll) yang kamu miliki untuk melunasi hutang-hutang tersebut. “Tapi nanti tabungan gw habis donk?!” Percayalah, dengan melunasi hutang-hutang yang ada, kamu akan mempunyai uang yang lebih untuk ditabung karena bebas dari cicilan-cicilan hutang. Kalo ga punya tabungan untuk melunasinya gimana? Hmmm, usahakan untuk dilunasi perlahan dengan penghasilan yang kamu miliki.

Ada dua teknik untuk melunasi hutang. Pertama adalah lunasi hutang yang mempunyai bunga paling tinggi terlebih dahulu. Dengan melunasi hutang yang mempunyai bunga paling tinggi terlebih dahulu, kamu akan terhindar dari biaya tambahan yang diakibatkan oleh bunga tersebut. Kedua adalah lunasi hutang yang mempunyai pembayaran paling kecil terlebih dahulu, teknik ini dikenal juga dengan nama snowball. Kamu membayar hutang yang mempunyai pembayaran paling kecil sampai lunas, kemudian hutang yang kedua terkecil, begitu seterusnya hingga semua hutangmu terlunaskan.

Hmm, menarik juga ya bagaimana manajemen hutang. So guys, be wise dalam berhutang yaa. Jangan sampai semua terlambat. See you next time!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s