Proteksi Asuransi

Hello,

karena banyak yang suka salah kaprah dan beberapa ada yang bertanya tentang asuransi, jadi pengen sharing juga tentang asuransi deh. I will try my best! hahaha…

Konsep asuransi adalah konsep tentang proteksi dan manajemen resiko.  Di basic mengatur keuangan, salah satu yang perlu dilakukan adalah proteksi. Saya suka menganalogikan dengan ban serep mobil. Ban serep mobil kan mahal ya, tapi kenapa kita beli? Ya, buat jaga-jaga, sapa tau nanti ban mobil bocor, ada gantinya nanti. Tapi, apa kita mengharapkan ban mobil kita bocor? Nggak kan? Rugi ga? Ya, ga merasa rugi! Kenapa? Karena kita sudah merasa aman, kita membeli “rasa aman” agar jika kita mengalami hal yang tidak diinginkan dapat di-cover. Kita melakukan manajemen resiko.

Nah, dengan mempunyai asuransi, kita mengalihkan resiko yang mungkin akan didapat kepada pihak ketiga yaitu perusahaan asuransi. Ada dua resiko utama yang bisa dialihkan ke asuransi:

  • Resiko terhadap diri sendiri, misalnya resiko sakit, cacat, meninggal dunia, dll.
  • Resiko pada aset/properti, misalnya resiko pencurian, kebakaran, bencana alam, dll.

Jenis asuransi apa sih yang harus dimiliki? Ada 5 jenis asuransi yang idealnya wajib dimiliki, antara lain:

  1. Asuransi Jiwa, asuransi ini wajib dimiliki oleh setiap orang yang mempunyai tanggungan hidup yang hidup dari penghasilannya. Bayangkan, jika kamu sebagai ayah yang menghidupi keluarga, dan meninggal dunia, kasian anak-istri yang ditinggalkan. Asuransi Jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan untuk orang terkasih jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
  2. Asuransi Kesehatan, biaya perawatan medis di rumah sakit kian mahal, dengan memiliki asuransi kesehatan, resiko untuk biaya perawatan yang dikeluarkan dapat terbantu. Potensi biaya yang dikeluarkan untuk perawatan medis tanpa polis asuransi kesehatan bisa jauh lebih tinggi daripada yang tidak mempunyai asuransi kesehatan.
  3. Asuransi Cacat Tubuh (disability), resiko mengalami cacat tubuh karena satu dan lain hal merupakan kecelakaan yang tidak diinginkan, tapi who knows itu dpt menimpa siapa saja. Asuransi cacat menyediakan perlindungan cukup memungkinkan kamu untuk terus melanjutkan gaya hidup kamu saat ini bahkan jika kmu tidak dapat lagi terus bekerja karena cacat.
  4. Asuransi Rumah, asuransi terhadap properti juga merupakan salah satu dari asuransi yang idealnya wajib dimiliki. Bencana alam dan kebakaran dapat terjadi dan merusak rumah tempat tinggal beserta isinya. Biaya perbaikannya tentunya sangat mahal. Asuransi rumah dapat membantu jika terjadi resiko tersebut.
  5. Asuransi Kendaraan, asuransi ini sangat umum digunakan oleh setiap pemilik kendaraan. Asuransi kendaraan dapat meng-cover kehilangan karena pencurian, perbaikan jika mengalami suatu hal (mogok) di jalan, dan yang terpenting jika mengalami kecelakaan di jalan. Selain itu, jika kamu menabrak kendaraan lain, biaya yang dikeluarkan untuk kendaraan ditabrak juga dapat di-cover. Dengan memiliki asuransi kendaraan berarti kamu melindungi aset berharga yang dimiliki, bukan saja nilai kendaraannya yang dilindungi namun juga keselamatan kamu dan pengguna jalan lainnya.

Seringkali kita mengabaikan resiko yang mungkin akan terjadi, karena menganggap keadaan sudah baik dan tidak akan terjadi apa-apa nanti. Padahal pepatah sedia payung sebelum hujan sudah sering kita dengar, nggak harus nunggu udah hujan kan, baru sedia payung? Jangan sampai semuanya terlambat.

[ad code=1 align=center]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s