Dana Darurat

Hai hai,

kali ini mau sharing soal dana darurat atau emergency fund. apaan tuh dana darurat yaa? yaa, namanya juga darurat, ya dana yang disiapin buat keadaan darurat. dipakenya pas keadaan darurat. dana darurat ini wajib dipunya oleh semua lajang dan lajangwati dan setiap keluarga. sifat dana darurat ini harus gampang diakses dan likuid, artinya gampang di-cash-kan dengan segera jika dibutuhkan.

Keadaan darurat yang dapat terjadi misalnya jika di-PHK oleh perusahaan, atau jika salah satu keluarga harus masuk rumah sakit dengan segera, kecelakaan, atau keluarga meninggal, malah bisa jadi keadaan darurat ini justru terjadi pada saat bahagia, misalnya anak menikah. keadaan-keadaan ini mendesak dan membutuhkan uang cash dengan segera sehingga keadaan darurat tersebut dapat segera teratasi. misalnya: anak sakit pada tengah malam, dan harus segera ke rumah sakit, tentunya kita harus mempunyai cash agar rumah sakit segera merawat dan memproses segala administrasi yang dibutuhkan.

Loh, kalo bgitu, kan ada asuransi? ini tanggapan yang salah. asuransi kan tidak bisa langsung keluar duitnya dengan segera seketika dibutuhkan. kalo kayak kejadian di atas, iya kalo asuransi kesehatannya dalam bentuk kartu dan anak dicover. kalo dalam bentuk reimburse (harus mengeluarkan uang dahulu baru diklaim) dan anak tidak dicover? apa jadinya?

Keadaan darurat lain yang penting dan menjadi dasar harus dibentuk dana darurat yaitu jika kehilangan pekerjaan. Dana darurat ini dipakai untuk menghidupi diri dan keluarga agar sebelum mendapat pekerjaan yang baru, kebutuhan dan pengeluaran dapat ter-cover.

Jadi, berapa banyak sih kebutuhan dana darurat itu? kebutuhan dana darurat tergantung dari pengeluaran/penghasilan bulanan dan jumlah tanggungan.

  • Untuk lajang dan lajangwati, dana darurat yang harus dimiliki adalah minimal sebesar 3 bulan pengeluaran atau idealnya 3 bulan penghasilan.
  • Untuk keluarga dengan 2 tanggungan (anak dan istri, atau 2 anak dan istri bekerja), dana darurat yang harus dimiliki adalah minimal sebesar 6 bulan pengeluaran atau idealnya 6 bulan penghasilan.
  • Untuk keluarga dengan 3 atau lebih tanggungan, dana darurat yang harus dimiliki adalah minimal sebesar 12 bulan pengeluaran atau idealnya 12 bulan penghasilan atau lebih.

Contoh: sang lajang mempunyai penghasilan 10 juta per bulan dan pengeluaran bulanan sebesar 6 juta. maka sang lajang minimal harus mempunyai minimal 18 juta atau idealnya 30 juta sebagai dana darurat yang mudah diakses dan likuid.

Karena sifat dana darurat yang harus mudah diakses dan likuid, maka alokasi dana darurat sebaiknya dalam bentuk tabungan dengan ATM yang mudah ditemukan. jika kebutuhan dana darurat sangat besar, sebagian besar dialokasikan ke dalam tabungan dan sisa alokasi dana darurat dapat dibagi lagi ke dalam bentuk deposito dan emas. Dana darurat wajib dibentuk maksimal dalam waktu 3 tahun.

Nah, sudahkah Anda memenuhi kebutuhan emergency fund Anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s